Hai, namaku Claudine Antoinette. Teman-temanku memanggilku dengan nama depanku yaitu Claudine. Aku anak tunggal yang dilahirkan oleh seorang wanita yang kuat dan tegas, kupanggil dengan sebutan mommy dan memunyai seseorang yang tegar, kuat dalam segala rintangan. Beliau adalah orang yang biasa kupanggil dengan sebutan Dady.
Dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1997, dan sudah masuk di universitas ternama di Indonesia. Aku punya cowok yang biasa kupanggil baby, ia adalah pacarku. Namanya adalah Chip. Ia telah membuatku menunggu 6 tahun lamanyaa....
"Aku suka sama kamu.." kataku blak-blakan di depan wajahnya. saat itu kami masih duduk di bangku SMP 2. Ditemani oleh seorang sahabatku, Dhea. aku akhirnya menyatakan perasaanku yang sudah lama terpendam.
"Mmmm..." kata Chip, pipinya mulai memerah seperti apel. Aku gemas ingin mencubitnya.
"Kamu enggak suka sama aku?" tanyaku tanpa tau malu.
"Aku...suka denganmu dari dulu...tapi, aku punya prinsip akan pacaran saat bisa cari uang sendiri..." jawabnya.
"Ohh...." jawabku agak kaget. Rasanya ingin sekali terbang. Ternyata dia juga suka padaku... dan prinsipnya itu menandakan dia cowok yang baik.
"Apakah kamu mau menungguku?" tanyanya penuh harap.
"Mmmmm..." sejenak aku berpikir. Dan Ia tiba-tiba berlutut dihadapanku sambil tersenyum manis sekali. Dan aku pun menjawab "1000 tahun pun kutunggu... tapi kamu harus janji yaaa..."
"Janji." jawabnya sambil mengaitkan kelingkingnya ke kelingkingku.
6 tahun kemudian....
"Kamu mau enggak jadi pacarku?" tanya Chip berlutut dihadapanku di depan teman-temanku dan temannya. Dia sengaja menyewa restoran dengan alasan ulang tahun mamanya. Dan ternyata, itu hanya alasan untuk membuatku datang dan menjadi pacarnya.
"Ya, aku mau!!!" jawanku senang banget, Dhea, sahabatku yang berharga ternyata juga ikut dalam kerja sama ini.
14 Februari
itulah tanggal aku pacaran dengannya. Ia berjanji akan membahagiakanku dan berusaha untuk tidak membuatku menangis. Selama ini, teman-temanku berkata bahwa Chip hanyalah pembohong yang hanya akan memberikan janji palsu kepadaku. semua berkata begitu. kecuali Dhea. Dia mendorongku untuk menyatakan perasaanku. Dia yang mendorongku untuk menuntut janjinya. Dan Dhea memang benar... Dia telah menepati janjinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar